Dalam kaitannya dengan budidaya pertanian, tanah adalah
tempat atau media dimana akar tanaman tumbuh dan menyerap air juga
unsur hara. Tanah tersusun dari 4 komponen utama yang antara lain bahan
mineral, bahan organik, air, dan udara.ke-empat bahan tersebut bersatu
untuk kemudian membentuk agregat tanah. Agregat yang terbentuk
didalamnya pastilah terdapat ruang pori yang dapat ditempati oleh air
dan udara. Ruang pori tersebut dalam istilah ilmu tanah dikenal dengan
istilah pori tanah. Pori tanah yang berukuran kecil disebut pori mikro, sedangkan yang berukuran besar disebut pori makro.
Air dan udara di dalam tanah sangat
membantu pertumbuhan tanaman, karena seperti kita ketahui bahwa tanaman
dalam berfotosintesis memerlukan ke dua dzat tersebut. Kendatipun
demikian, keberadaan air dan udara didalam tanah saling bersifat
komplemen dan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanah yang
mengandung banyak air memiliki kandungan udara yang sangat sedikit
karena hampir semua pori tanah diisi oleh air. Begitupun sebaliknya,
tanah yang mengandung banyak udara akan memiliki kandungan air yang
sedikit pula. Komposisi air dan udara dalam menempati pori tanah
haruslah berimbang sesuai dengan kebutuhan jenis tanaman yang ditanam.
Dalam kaitannya dengan budidaya pertanian, hubungan keterikatan antara
air dan udara di dalam tanah mengenal 3 istilah penting yang antara
lain:
Kondisi jenuh air adalah kondisi dimana tanah sudah
tidak mampu lagi menampung air ke dalam porinya. Contoh sederhananya
adalah ketika kita menuangkan air ke dalam pot bunga dalam jumlah yang
berlebih, sebagian air akan keluar melalui lubang yang ada di bagian
bawah pot. Ketika itulah kondisi tanah di
dalam pot disebut dengan kondisi jenuh air. Pada kondisi ini, hampir
semua pori tanah diisi oleh air, sedangkan udara terdesak keluar dari
pori tanah.
Pada umumnya kondisi jenuh air tidaklah dikehendaki oleh sebagian besar
tanaman, kecuali tanaman-tanaman yang memang habitatnya di air atau di
rawa. Kondisi jenuh air tak jarang menimbulkan kerugian bagi tanah maupun tanaman. Kerugian-kerugian tersebut antara lain :
- Menyebabkan kandungan udara dalam tanah maupun sirkulasinya terhambat sehingga akar tanaman kekurangan oksigen.
- Memperlambat adsorbsi unsur hara oleh akar tanaman.
- Menekan pertumbuhan mikroorganisme tanah yang bersifat aerob.
- Menimbulkan zat-zat kimia yang dapat meracuni tanaman seperti metana (CH4), N2 berlebih, Fe++, dan Mn++.
- Memperlambat dekomposisi bahan organik tanah.
Kapasitas lapang adalah kondisi ketika komposisi air dan udara di dalam tanah berimbang.
Kondisi ini dapat kita lihat seperti pada contoh pot yang telah disiram
air hingga jenuh yang mengentaskan semua air hingga tak ada lagi air
yang keluar dari lubang yang terdapat pada bagian bawah pot. Hampir
semua tanaman menyukai tanah pada kondisi kapasitas lapang.
Dalam kondisi kapasitas lapang, udara menempati pori makro tanah
sedangkan air hanya terdapat dalam pori mikro tanah. Air yang terdapat
dalam pori mikro tanah tersebut dikenal dengan istilah air tersedia atau
air perkolasi. Air tersedia adalah air yang dapat diambil oleh tanaman,
terdapat di antara kondisi kapasitas lapang dan kondisi titik layu
permanen. Air tersedia berbentuk larutan yang mengandung berbagai unsur
hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Kemampuan tanah untuk menyimpan air tersedia sangat dipengaruhi oleh struktur pembentuk tanah tersebut yakni liat, lempung, dan pasir.
Struktur tanah yang liat merupakan struktur tanah yang mampu menyimpan air tersedia dalam jumlah yang paling banyak. Sedangkan struktur tanah yang pasir merupakan struktur tanah yang
hanya mampu menyimpan air tersedia dalam jumlah yang sedikit. Untuk
memperoleh tanah yang baik untuk pertumbuhan, kebanyakan petani
melakukan manipulasi iklim mikro tanah dengan mencampurkan tanah
struktur liat, pasir, dan kompos dengan perbandingan tertentu.
Air di dalam tanah dapat berkurang karena adanya evaporasi (penguapan),
perkolasi, dan penyerapan air oleh akar tanaman. Bila dalam jangka waktu
tertentu tidak ada penambahan air ke dalam tanah baik itu oleh hujan
maupun irigasi, tanah akan segera mengering dan menunjukkan dampak
negatif pada pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Pengaruh negatif
tersebut tak lain adalah kekeringan tanaman.
Dampak negatif berupa kekeringan tidak terjadi secara langsung,
melainkan melalui beberapa tahapan yakni pertama tanaman akan mengalami
kondisi layu sementara, artinya ketika siang hari tanaman akan terlihat
layu sedangkan ketika malam menjelang, tanaman akan kembali segar.
Kondisi layu sementara jika dibiarkan akan mengakibatkan tanaman
mengalami kondisi layu permanen, artinya tanaman akan tetap layu hingga
mengering dan meski diberikan air tanaman tidak akan kembali segar.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar